SD Bioline POC Rapid Test HAV IgM/IgG

  • Rp 99.000 Rp 2.475.000
IDR 99000
  • Berat: 1,00 Kg
  • Availability: In Stock
Quantity

Alat Test dengan alat uji rapid test SD Bioline Point of Crae Rapid Hepatitis A HAV IgM/IgG adalah tes immunochromatographic fase padat untuk deteksi cepat, kualitatif dan diferensial antibodi IgG dan IgM terhadap virus Hepatitis A dalam serum manusia atau plasma. Tes ini hanya memberikan hasil tes awal yang sangat di perlukan.

Manfaat

Spesimen: Serum, Plasma - 5µL
24 bulan di 1-30 ℃

Perangkat 13FK10 HAV IgG / IgM 25T / Kit Serum / Plasma

Hepatitis A adalah penyakit hati virus yang dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat.
Virus hepatitis A (HAV) ditularkan melalui konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
Hampir setiap orang sembuh total dari hepatitis A dengan kekebalan seumur hidup. Namun, sebagian kecil orang yang terinfeksi hepatitis A dapat meninggal karena hepatitis fulminan.
WHO memperkirakan bahwa hepatitis A menyebabkan sekitar 7.134 kematian pada tahun 2016 (terhitung 0,5% dari kematian akibat virus hepatitis).
Risiko infeksi hepatitis A dikaitkan dengan kurangnya air bersih, serta sanitasi dan kebersihan yang buruk (seperti tangan kotor).
Di negara-negara di mana risiko penularan dari makanan atau air rendah, terjadi wabah di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dan orang-orang yang menyuntikkan narkoba (Penasun).
Epidemi bisa berkepanjangan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar.
Vaksin yang aman dan efektif tersedia untuk mencegah hepatitis A.
Pasokan air yang aman, keamanan makanan, sanitasi yang lebih baik, cuci tangan dan vaksin hepatitis A adalah cara paling efektif untuk memerangi penyakit. Orang yang berisiko tinggi, seperti pelancong ke negara dengan tingkat infeksi tinggi, LSL dan Penasun dapat divaksinasi.


Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Virus ini terutama menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) menelan makanan atau air yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi. Penyakit ini terkait erat dengan air atau makanan yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, kebersihan pribadi yang buruk, dan seks oral-anal.